Jumat, 13 Januari 2012

The Effort to Increase the Student’s Motivation in Mathematics Learning with Some Teaching Aids in Junior High School 5 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia


Marsigit *) & Ida Supadmi %)


Salah satu upaya guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama adalah dengan membuat mengajar matematika proses belajar menjadi menyenangkan, menarik hubungan-hubungan yang terhubung ke kebutuhan sehari-hari.
Keberhasilan proses belajar mengajar di Matematika tidak jauh dari guru berperan sebagai informator, komunikator, dan fasilitator. Metode mengajar digunakan oleh guru bisa melakukan intervensi interaksi antara guru, siswa, dan prestasi belajar. Sampai sekarang, kita masih mendengar banyak siswa yang mengeluh bahwa matematika dipandang sebagai subjek menakutkan, tidak menarik, dan sulit untuk dilakukan, juga tidak terkait banyak kebutuhan sehari-hari.
Sikap siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal (Winoto Putro, 1993:33). Serupa aktivitas siswa dalam proses belajar-mengajar juga dipengaruhi banyak oleh dua faktor di atas. Pada faktor eksternal pada siswa, guru harus memiliki untuk memotivasi siswa yang terkait dengan skema bimbingan Ki Hajar Dewantoro kata-kata "Ing Madyo Mangun Karso" yang berarti guru yang harus mendorong motivasi siswa (Mugiharso, 1993). Ada diskusi baik antar individu dan antar kelompok, yang terkait dengan kata-kata Ki Hadjar Dewantara "Tut Wuri Handayani" yang berarti guru harus tetap berdiri di belakang dan membiarkan siswa untuk mengetahui cara mereka sendiri, tapi masih memberikan koreksi jika perlu.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas untuk itu bertujuan untuk mengatasi
masalah yang ditemukan di kelas sehingga dibagi menjadi 2 siklus. Yang pertama adalah siklus pendek. Sebuah siklus pendek berlari di setiap rapat selama dua jam yang berisi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan struktur mengajar di matematika, setiap pertemuan terdiri dari beberapa tahap, seperti pengenalan, pengembangan, aplikasi, dan menutup. Setiap tahap pengembangan dan aplikasi digunakan model matematika secara optimal, baik dalam maupun di luar kelas. Yang kedua adalah siklus panjang. Sebuah siklus panjang adalah akumulasi dari siklus pendek dalam setiap topik pembelajaran. Hasil dari siklus pendek dianggap sebagai cara dasar untuk mengembangkan rencana untuk siklus panjang lebih lanjut.

Seorang peneliti adalah untuk mengumpulkan data kualitatif untuk mengetahui tingkat peningkatan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Lembar observasi digunakan bentuk yang memungkinkan siswa untuk menuliskan masalah tersembunyi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tindakan dengan menggunakan alat bantu mengajar beberapa seperti dipaku papan, tangan karet, kartu bermain, siswa lembar kerja simpul kertas, transparansi kertas, sipat benang, tiga bilah kayu bisa digunakan sebagai model dalam matematika pengajaran untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan hasil penelitian, peneliti menyarankan para guru matematika di SMP-SMA di proses belajar-mengajar mereka harus menggunakan metode variasi untuk memotivasi siswa dan untuk menghindari membosankan siswa dan selalu menggunakan bantuan demonstrasi optimal untuk menjelaskan konsep, ide, definisi atau prosedur tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar