Oleh Marsigit,
Meningkatkan tingkat intelektual rakyat dan memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 selalu keprihatinan utama dari Pemerintah Indonesia. Tampaknya proyek ini berhasil untuk mempromosikan perubahan pendidikan di Indonesia. Tapi tampak beberapa kendala seperti:
(1) kompleksitas lingkungan pendidikan,
(2) keterbatasan anggaran,
(3) kurangnya sumber daya dan fasilitas pendidikan,
(4) divergensi dari konteks pendidikan seperti etnis, budaya geografi, dan nilai,
(5) kurangnya pemahaman guru tentang teori-teori praktek mengajar yang baik dan
bagaimana menerapkannya, dan
(6) yang biasa-biasa saja mengembangkan pendidikan berdasarkan sifat dari ilmu dasar dan pendidikan, dan atau berdasarkan kebutuhan untuk keterampilan bersaing di era global.
Kerjasama JICA Teknis Proyek Pengembangan Ilmu dan Pendidikan Matematika Pengajaran di Indonesia (IMSTEP) telah bekerja sejak 1 Oktober 1998. Untuk pertama-empat tahun di sana telah banyak kegiatan yang dilakukan di tiga universitas (Universitas Pendidikan Indonesia UPI-Universitas Negeri Yogyakarta-UNY dan Universitas Negeri Malang-UM). Kegiatan ini kebanyakan dilakukan untuk memperkuat pra-dan program guru in-service training. Dengan metode piloting diharapkan mampu menyalurkannya.
Piloting didefinisikan dengan kegiatan pengembangan dan mencoba beberapa model mengajar di sekolah. Para dosen dan guru bekerja bersama-sama di sekolah-sekolah untuk mengembangkan model pengajaran yang dibutuhkan di lapangan. Model baru yang diperkenalkan untuk guru meningkatkan variasi alternatif bagaimana melakukan kelas mengajar dan proses belajar. Guru yang terlibat dalam kegiatan ini piloting harus berpikir dan mengembangkan cara-cara baru tentang bagaimana untuk membiarkan siswa belajar dan membangun konsep sendiri.
Kurikulum Berbasis Kompeten / Kurikulum 2004. Pemerintah Indonesia berusaha untuk boot-strapping isu-isu terkini pendidikan dan mengambil tindakan untuk menerapkan kurikulum baru "kurikulum berbasis kompetensi" untuk pendidikan dasar dan menengah yang efektif dimulai pada tahun akademik 2004/2005.
Kerjasama antara lembaga pendidikan seperti mencari model alternatif dalam referensi pengalaman pendidikan dari beberapa negara lain mungkin mendapatkan beberapa manfaat kesempatan untuk:
(a) Mendiskusikan dan meningkatkan pelaksanaan kurikulum meliputi pengembangan buku teks, bahan ajar, metodologi pengajaran, dan penilaian,
(b) Memperkaya pengalaman matematika dan ilmu pengetahuan pendidik,
(c) Meningkatkan kualitas pengajaran belajar dan mengembangkan laboratorium,
(d) Memecahkan matematika dan ilmu masalah belajar mengajar di sekolah,
(e) Merekomendasikan cara-cara untuk meningkatkan matematika
dan pendidikan ilmu pengetahuan, dan
(f) Memenuhi harapan masyarakat dari apa yang disebut praktik yang baik dari
matematika dan pendidikan sains.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar