By Marsigit
Artikel ini berusaha menjelaskan secara filsafat pada pengelaman para siswa dalam melkukan percobaan pada operasi hitung decimal yang muncul pada penelitian tentang “The Effect of Epistemic Fidelity On Teaching Decimal Numeration With Physical Materials by Kaye Stacey et al (2001)”.
Greimas 'Hermenitics Struktural Analisis
Mahasiswa itu dimasukkan ke dalam pusat dari matematika kegiatan belajar mengajar; guru memiliki peran sebagai 'pengirim' serta para 'pendukung' sedemikian rupa sehingga mereka siswa mempelajari materi fisik sebagai obyek belajar, sedangkan 'transaksi' antara guru dan siswa terjadi jika ada motivasi siswa untuk mempelajari benda-benda fisik yaitu materi; 'kendala' perlu dipertimbangkan dan harus diantisipasi juga untuk dapat menemukan solusi dalam sedemikian rupa bahwa siswa dapat berinteraksi dengan materi fisik mereka.
Teori kasih sayang ganda
Upaya klasik untuk menyelamatkan pemikiran Kant merupakan kesadaran persepsi dari
apa yang diduga menjadi mencolok inkonsistensi (Gram, S.M, di Werkmeister, W.H, 1975). Kant menyediakan dua jenis benda yang mempengaruhi subjek: hal ada ' dalam diri mereka sendiri 'yang mempengaruhi diri, dan ada 'penampilan dalam diri mereka' yang bertindak atas sensibilitas kita dan independen dari karakteristik apapun melekat pada reseptor sensorik kami (Werkmeister, W.H, 1975).
Pengaruh Penelitian
Epistemis Fidelity Pada Pengajaran Penomoran Desimal penomoran Dengan Bahan fisik oleh
Kaye Stacey dkk (2001) Hasil penelitian pada efek epistemis fidelity dan aksesibilitas mengajar dengan fisik materi (Stacey, K, et al, 2001) datang beberapa kesimpulan bahwa: 1) adalah jumlah perbedaan mendukung yang berbeda dari model fisik (LAB dan MAB), 2) perbedaan yang paling mencolok antara dua model adalah kemampuan mereka, dengan LAB
ditemukan untuk menjadi model unggul dalam hal ini respect, 3) pengajaran dengan bahan fisik adalah daerah kesulitan besar bagi banyak siswa, 4) siswa tidak hadir untuk hubungan volume yang tertanam dalam MAB dan berjuang untuk mengingat nama, daripada segera
menghargai artinya, 5) MAB siswa mengalami kesulitan generalisasi bilangan ke luar dari model (Educational Studies in Mathematics 47:199-221, 2001).
Dalam hal konsep teoritis, konsep kritis yang sangat penting terdiri dari: 1) epistemis
kesetiaan, 2) masalah berpose perangkat, 3) hubungan antara perangkat dan pengetahuan target, 4) sesuatu yang obyektif, 5) keterlibatan siswa dan 6) aksesibilitas.
Dari penjelasannya, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari makalah ini adalah untuk
menyelidiki teori umum dari aspek belajar mengajar matematika proses dengan konteks proses dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Stacey, K, et al, (2001), pada pengaruh
kesetiaan epistemis dan aksesibilitas pada mengajar dengan materi fisik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar