Senin, 10 Desember 2012

Mitos dan Filsafat


Dari zaman Yunani sampai sekarang persoalan- persoalan yang ada dalam filsafat cenderung sama. Walaupun banyak perbedaan budaya. Yang menjadi persoalan filsafat pada dasarnya adalah masalah pikiran, pikiran manusia. Apa yang dipikirkan manusia zaman dahulu dengan sekarang ada yang sama walaupun terjadi perkembangan zaman. Pikiran ini dibedakan berdasarkan pemahaman dimensinya. Pikiran memastikan kita mengambil keputusan, merasakan sesuatu, dan bertindak sesuai yang kita pikirkan. Selanjutnya, salah satu hal yang berkaitan dari pemikiran adalah mitos. Mitos adalah sesuatu yang kita tidak ketahui tujuan atau maksudnya tetapi kita laksanakan.
            Dari zaman dahulu sampai sekarang mitos ini selalu ada dalam kehidupan manusia. Zaman dahulu di Yunani ada mitos tentang para dewa, di zaman sekarang khususnya di Yogyakarta ada mitos tentang Ratu Pantai Selatan. Perlu diperhatikan, bahwa mitos tidak selalu buruk dan menyangkut hal- hal gaib. Beberapa hal sederhanapun bisa jadi merupakan mitos bagi orang tertentu. Misalnya anak kecil dalam memahami sesuatu, walapun cara berpikiran anak kecil itu adalah secara intuitif, tetapi prosesnya berupa mitos. Terkadang anak itu tidak tahu maksud dan tujuan ia mematuhi sesuatu atau mematuhi suatu larangan, tetapi pada akhirnya anak itu percaya dan mematuhi hal tersebut.
            Contoh sederhana adalah larangan menduduki bantal pada orang Jawa , orang tua bilang pada anaknya bahwa menduduki  bantal bisa menyebabkan wudunen, anak itu tidak paham logika dari kedua hal itu, tetapi toh anak kecil banyak yang percaya dan akhirnya patuh tidak pernah duduk di atas bantal lagi.
            Lain halnya dengan anak kecil, orang dewasa terutama mahasiswa harus berpikir kritis dan logis. Mitos- mitos yang dulunya tidak ia pahami pada akhirnya akan ia pahami. Misalnya tentang mitos duduk di bantal tadi, pada akhirnya kita tahu maksud sebenarnya adalah menduduki bantal adalah tindakan yang tidak etis karena batal adalah tempat kepala, bukan untuk diduduki.
            Selain mitos- mitos dalam masyarakat, kita sebagai mahasiswa juga seharusnya mulai memikirkan apa- apa saja yang kita lakukan selama ini. Jangan sampai ada kegiatan yang selama ini kita lakukan, tetapi kita tidak mengerti maksud dan tujuan dari kegiatan itu. Jangan sampai kita hanya terbawa arus mengikuti sesuatu yang sudah diatur tanpa tahu maksudnya. Sungguh suatu tindak yang sia- sia jika sampai terjadi hal demikian. Hendaknya segala tindakan yang kita lakukan dapat kita maknai hingga kita bisa mengambil manfaat dari pengalaman- pengalaman yang kita rasakan. Jangan sampai melakukan sesuatu hanya untuk formalitas tau tidak peduli manfaatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar