Dari zaman Yunani sampai sekarang
persoalan- persoalan yang ada dalam filsafat cenderung sama. Walaupun banyak
perbedaan budaya. Yang menjadi persoalan filsafat pada dasarnya adalah masalah
pikiran, pikiran manusia. Apa yang dipikirkan manusia zaman dahulu dengan
sekarang ada yang sama walaupun terjadi perkembangan zaman. Pikiran ini
dibedakan berdasarkan pemahaman dimensinya. Pikiran memastikan kita mengambil
keputusan, merasakan sesuatu, dan bertindak sesuai yang kita pikirkan.
Selanjutnya, salah satu hal yang berkaitan dari pemikiran adalah mitos. Mitos
adalah sesuatu yang kita tidak ketahui tujuan atau maksudnya tetapi kita
laksanakan.
Dari
zaman dahulu sampai sekarang mitos ini selalu ada dalam kehidupan manusia.
Zaman dahulu di Yunani ada mitos tentang para dewa, di zaman sekarang khususnya
di Yogyakarta ada mitos tentang Ratu Pantai Selatan. Perlu diperhatikan, bahwa
mitos tidak selalu buruk dan menyangkut hal- hal gaib. Beberapa hal
sederhanapun bisa jadi merupakan mitos bagi orang tertentu. Misalnya anak kecil
dalam memahami sesuatu, walapun cara berpikiran anak kecil itu adalah secara
intuitif, tetapi prosesnya berupa mitos. Terkadang anak itu tidak tahu maksud
dan tujuan ia mematuhi sesuatu atau mematuhi suatu larangan, tetapi pada
akhirnya anak itu percaya dan mematuhi hal tersebut.
Contoh
sederhana adalah larangan menduduki bantal pada orang Jawa , orang tua bilang
pada anaknya bahwa menduduki bantal bisa
menyebabkan wudunen, anak itu tidak
paham logika dari kedua hal itu, tetapi toh anak kecil banyak yang percaya dan
akhirnya patuh tidak pernah duduk di atas bantal lagi.
Lain
halnya dengan anak kecil, orang dewasa terutama mahasiswa harus berpikir kritis
dan logis. Mitos- mitos yang dulunya tidak ia pahami pada akhirnya akan ia
pahami. Misalnya tentang mitos duduk di bantal tadi, pada akhirnya kita tahu
maksud sebenarnya adalah menduduki bantal adalah tindakan yang tidak etis
karena batal adalah tempat kepala, bukan untuk diduduki.
Selain
mitos- mitos dalam masyarakat, kita sebagai mahasiswa juga seharusnya mulai
memikirkan apa- apa saja yang kita lakukan selama ini. Jangan sampai ada
kegiatan yang selama ini kita lakukan, tetapi kita tidak mengerti maksud dan
tujuan dari kegiatan itu. Jangan sampai kita hanya terbawa arus mengikuti
sesuatu yang sudah diatur tanpa tahu maksudnya. Sungguh suatu tindak yang sia-
sia jika sampai terjadi hal demikian. Hendaknya segala tindakan yang kita
lakukan dapat kita maknai hingga kita bisa mengambil manfaat dari pengalaman-
pengalaman yang kita rasakan. Jangan sampai melakukan sesuatu hanya untuk
formalitas tau tidak peduli manfaatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar